Jumat, 08 Juli 2011

Apa itu "sabuk api"?

Lapisan kulit bumi terbentuk dari lapisan yang sangat besar. Antara satu lapisan dengan lapisan lain terdapat tanah terbuka penuh bahan-bahan panas yang berasal dari dasar bumi.
Itulah kenapa sepanjang daerah ini sering kita temukan banyak gunung berapi.
Disekitar Lautan Pasifik terdapat deretan bebatuan dan juga deretan gunung berapi sehingga membentuk "sabuk api".

Bagaimana cara kita mengukur gempa bumi?

Kadang-kadang bumi bergoncang. Ini mungkin karena ada getaran ringan. Atau bisa berguncang keras hingga menyebabkan suatu bencana.
Gempa bumi disebabkan oleh gerakan bumi yang terus menerus di dasar bumi.
Gerakan ini disebut "getaran seismic" - seperti gelombang melingkar akibat batu kerikil yang dilempar ke kolam.
Jika jatuhnya batu kerikil itu diibaratkan gempa maka titik dimana batu itu jatuh akan mengalami goncangan yang paling keras.
Ini disebut "epicentre", dimana kekuata gempa bisa mencapai tingkat maksimal.
Semakin jauh dari epicentre aka gelombang seismic akan semakin melemah.
Getaran gempa diukur dengan menggunakan Skala Richter (1-10)
Pada skala 10 Richter gempa bumi akan menimbulkan bencana, seperti merusak gedung-gedung da menghancurkan tanah. Biasanya hanya sedikit orang yang selamat.

Bagaimana terbentuknya bumi kita?

Jika kita bisa membelah bumi menjadi dua bagian, maka kita akan menemukan bentuk bumi mirip bawang, dengan bermacam-macam lapisan yang mengelilingi inti, inti ini memiliki garis tengah 3,500 km.
Di sekeliling inti juga terdapat "lapisan" yang memiliki ketebalan 100 km. Lapisan kulit bumi ini merupakan tempat di mana kita tinggal.
erbagai macam lapisan tersusun dari bahan-bahan yang berbeda. Suhu akan semakin bertambah panas jika semakin dekat dengan inti.